Postingan

Merefleksikan Makna Kemandirian

Gambar
Tak terasa masa masa berjuang di kampus perjuangan sudah berada di ujung jalan. Dan itu berarti, sebentar lagi  kita akan melanjutkan perjalanan berikutnya. Orang bilang “welcome to the real jungle”, mengarungi perjuangan yang sejati. Mari kita berefleksi, apakah kita sudah siap untuk menghadapi “Real Jungle” tersebut. Mampukah kita berhadapan dengan kehidupan yang sebenarnya, melebur bersama masyarakat, mengimpilimtasikan ilmu yang kita pelajari selama di ruang kelas perkuliahan, mengaktualisasikan peran fungsi mahasiswa yang selalu kita junjung tinggi selama di kampus. Terlepas kita sudah siap, ataupun belum mari kita persiapkan semuanya, mulai hari ini. Sebelum masa itu tiba, sebelum status mahasiswa kita tanggalkan mari kita siapkan, masih ada kurang lebih sekitar lima bulan lagi untuk menyiapkan semuanya. Berbicara mengenai kehidupan pasca kampus, maka sudah dipastikan berhubungan dengan tantangan yang hidup yang lebih besar. Jikalau hari ini kita masih bergantung pada...

Menjadi Umat Terbaik bagi Manusia

Gambar
Saya ingin berbagi sedikit mengenai satu ayat di dalam Al – Qur’an yang selama ini telah menjadi landasan dalam aktivitas yang saya lakukan sehari –hari, secara khusus mengenai aktivitas di organisasi yang saya geluti beberapa tahun terakhir di Kampus. Ayat itu terdapat pada Surat Ali Imran, ayat 110. كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ “kuntum khayra ummatin ukhrijat linn aa si, ta'muruuna bilma'ruufi, watanhawna 'ani lmunkari, watu'minuuna bil aa hi”……..(QS Ali Imran : 110). Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”………(QS Ali Imran : 110).             Sedikit menyinggung mengenai penggunaan kosa kata di dalam ayat tersebut, bahwasanya hal yang menarik adalah Allah menuliskan kata “kamu sekalian” dalam Bahasa...

Peran Pemuda Sebagai Mahasiswa Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2030

Gambar
Akan seperti apa indonesia ini sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang bisa kita lihat dari pemudanya. Jika pemuda nya baik maka sudah bisa dipastikan masa depan indonesia akan cerah, namun sebaliknya jika pemudanya rusak, maka sungguh masa depan yang suram untuk indonesia ini. Bagaimana tidak, pemuda adalah agen perubahan. Kita ketahui bersama bahwa dalam setiap perjalanan sejarah indonesia, pemuda selalu hadir membersamai perubahan tersebut. Mulai dari tahun 1928 yang merupakan peristiwa sumpah pemuda. Kemudian pada tahun 1945, ketika pada waktu itu pemuda mendesak soekarno dan hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa rengasdengklok , dan seterusnya sampai kemudian pada tahun 1998 yang mana pemuda pada saat itu sudah kita kenal dengan istilah mahasiswa, mereka turun bersama sama dengan masyarakat untuk menumbangkan rezim yang pada waktu itu dirasa sangat mencekik rakyat. Saya tidak membahas panjang mengenai perj...

Sebuah Cerpen Karya Emha Ainun Najib

Sebuah Cerpen Karya Emha Ainun Najib Dipublikasi pada Friday, 17 September 2004 oleh ephi Di Zawiyyah Sebuah Masjid Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.  Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren. "Agar manusia di muka bumi ini memiliki alat dan cara untuk selamat kembali ke Tuhannya," berkata Pak Kiai kepada santri pertama,  "apa yang Allah berikan kepada manusia selain alam dan diri manusia sendiri?"  "Agama," jawab santri pertama. "Berapa jumlahnya?" "Satu." "Tidak dua atau tiga?" "Allah tak pernah menyebut agama atau nama agama selain yang satu itu, sebab memang mustahil dan mubazir...

Berdua bersama Hujan.

Gambar
Kali ini aku akan berkisah tentang hujan. Ini ceritaku bersamanya, petemuan beberapa waktu yang lalu.  Pertemuan yang sebenarnya tidak direncanakan, sama sekali. Disebuah taman yang rindang, di salah satu sudut kota pahlawan. Lebih tepatnya hujan yang mendatangiku, tanpa permisi. Ketika itu aku sedang merenung tentang sesuatu. Aku memikirkan tentang hidup, betapa aku merasa hidup ini sulit bagiku. Banyak cobaan datang silih berganti, satu belum selesai sudah datang yang lain. Aku memang biasa kesana saat aku butuh kesendirian, butuh ketenangan. Tidak ada yang membersamai kecuali keheningan. Ketika aku mulai melamun tak tentu arah, hujan mengagetkanku. Datang tak permisi. Begitu cepat dia membasahi sekujur tubuhku. Kawan, sebelum aku melanjutkan ceirtaku, aku ingin bertanya padamu apa yang engkau rasakan saat kau bertemu dengannya? Baiklah mungkin kau mau mendengar jawabanku terlebih dahulu. Baik, aku akan memberitahumu. Aku akan menjawab pertanyaan yang aku tanyakan padamu itu. Sa...