Merefleksikan Makna Kemandirian
Tak terasa masa masa
berjuang di kampus perjuangan sudah berada di ujung jalan. Dan itu berarti, sebentar
lagi kita akan melanjutkan perjalanan berikutnya. Orang bilang “welcome
to the real jungle”, mengarungi perjuangan yang sejati. Mari kita berefleksi,
apakah kita sudah siap untuk menghadapi “Real Jungle” tersebut. Mampukah kita
berhadapan dengan kehidupan yang sebenarnya, melebur bersama masyarakat,
mengimpilimtasikan ilmu yang kita pelajari selama di ruang kelas perkuliahan,
mengaktualisasikan peran fungsi mahasiswa yang selalu kita junjung tinggi
selama di kampus. Terlepas kita sudah siap, ataupun belum mari kita persiapkan
semuanya, mulai hari ini. Sebelum masa itu tiba, sebelum status mahasiswa kita
tanggalkan mari kita siapkan, masih ada kurang lebih sekitar lima bulan lagi
untuk menyiapkan semuanya.
Berbicara mengenai
kehidupan pasca kampus, maka sudah dipastikan berhubungan dengan tantangan yang
hidup yang lebih besar. Jikalau hari ini kita masih bergantung pada kedua orang
tua kita, maka selayaknya pada fase pasca kampus kita tak bergantung lagi pada
orang tua. Rasa – rasanya malu kalau kita masih meminta uang kepada kedua orang
tua kita. Sudah seharusnya kita mampu hidup mandiri.
Menurut
Masrun (1986:8) kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang
untuk bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan untuk
kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain, maupun berpikir dan
bertindak original/kreatif, dan penuh inisiatif, mampu mempengaruhi lingkungan,
mempunyai rasa percaya diri dan memperoleh kepuasan dari usahanya.
Maka
dalam penafsiran saya, mandiri disini berarti, perilaku seseorang untuk hidup
dengan usahanya sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain lagi, serta
mampu mengatasi dan memecahkan masalahnya sendiri tanpa meminta bantuan kepada
orang lain.
Diusia
kita hari ini sebagai seorang mahasiswa, secara khusus mahasiswa tingkat akhir,
menjadi mandiri ialah keniscayaan, sesuatu yang tidak bisa tidak, dan harus
dilakukan. Maka saya disini berkomitmen, mulai hari ini, pada detik dimana tulisan
ini saya publikasikan, saya akan menjadi manusia mandiri.
Surabaya,
13 Maret 2019.

Komentar
Posting Komentar