Meraih Kebebasan Finansial? Siapa Takut! Pasti bisa!
Di kuadran berapa kah
kita saat ini ?
Mungkin setelah membaca
buku ini, satu hal yang akan terbayang adalah pertanyaan tersebut. Mari kita
berkaca sudah berapa usia kita hari ini? Dan sudah berada di level manakah kita
hari ini? Dan apakah itu sudah membuat kita merasa cukup dan berpuas diri? Robert
T. Kiyosaki dalam bukunya Cashflow Quadrant membagi pekerjaan manusia ke dalam
empat quadrant, yakni Employee, Self Employed, Business Owner, dan Investor. Dimana
masing masing quadrat tersebut tentu memiliki parameter dan cirinya tersendiri.
Mari kita bahas satu persatu. Namun sebelum itu kita perlu memiliki pemahaman
yang sama terlebih dahulu mengapa kita harus menjadi “kaya”. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “Money
is not everythings, but everythings is need Money”. Memang benar bahwa uang bukanlah segalanya,
namun segalanya butuh uang. Kita tahu bahwa uang ibarat pisau yang memiliki dua
sisi, pertama ia akan menjadi buruk ketika kita gunakan untuk kejahatan, menyakiti
orang atau bahkan untuk membunuh orang. Namun jika kita mampu menggunakannya
dengan bijak maka alangkah luar biasa manfaat dari pisau tadi, misalnya kita
bisa gunakan untuk memotong sayur dan buah yang pada akhirnya menghasilkan
masakan yang lezat yang dapat disajikan kepada orang lain dan membuatnya
senang. Sama seperti pisau, uang pun juga demikian, akan bagaimana uang itu
tinggal bagaimana kita menggunakannya. Akan sangat disayangkan jika uang justru
jatuh ketangan orang orang jahat, maka pastilah uang itu akan membawa petaka. Namun
jika uang itu mampu dikuasai oleh orang orang baik maka pastilah uang tersebut
dapat digunakan untuk banyak kegiatan yang memberi kebermanfaat bagi banyak
orang. Maka dari itu perlu kiranya kita memantaskan diri terlebih dahulu, yakni
menjadi orang baik, sehingga orientasi dalam kita mendapatkan uang tadi adalah
agar kita dapat menebar manfaat seluas – luasnya kepada orang lain.
1.
Kuadran E (Empolyee) adalah
orang-orang untuk menghasilkan uang, dia bekerja pada orang lain, atau bekerja
di sebuah perusahaan. Mereka biasanya mendapatkan gaji bulanan sebagai upah
mereka bekerja sesuai dengan yang telah disepakati bersama.
§ Kelebihan
: Mendapat kepastian Gaji Bulanan
§ Resiko
: Tidak memiliki kebebasan waktu, tidak memiliki
kebebasan menentukan besarnya penghasilan, nasibnya tergantung atasan atau yang
mempekerjakan. Jika sudah tidak dibutuhkan, bisa diberhentikan sewaktu-waktu.
2.
Kuadran S (Self-Employeed) adalah kelompok
Profesional seperti Dokter Praktek, Guru Privat, Tukang Becak, Penjual Pecel
yang berjualan sendiri dll.
§ Kelebihan
: Sedikit berbeda dengan Kuadran E, orang-orang di kuadran S lebih
memiliki kebebasan waktu, dan kebebasan dalam menentukan penghasilan mereka.
Semakin giat mereka bekerja, semakin besarlah penghasilan mereka
§ Resiko
: Jika mereka sakit, dan tidak bekerja, maka mereka tidak
mendapat uang sama sekali.
3.
Kuadran B (Business Person) adalah kelompok
Pengusaha. Yang dimaksud dengan Buiness Person oleh Robert T Kiyosaki adalah
orang yang memiliki usaha yang bisa berjalan tanpa sang pemilik harus selalu
hadir. Usaha jalan, sang pemilik jalan-jalan. Itu lah gambarannya.
§ Kelebihan
:Memiliki kebebasan menentukan berapa besar uang yang ingin didapat, Memiliki
kebebasan waktu 3. Membuka lapangan kerja baru
§ Resiko
: Jika gagal, resikokerugian ditanggung
sendiri.
4.
Kuadran I (Investor). Ini adalah
kuadran orang yang sudah punya cukup uang untuk diinvestasikan ke usaha orang
lain. Di level ini mereka sudah tidak perlu bekerja. Uanglah yang bekerja untuk
mereka. Mereka tinggal membeli produk-produk investasi yang tersedia seperti
Deposito, Saham, Obligasi dll.
§ Kelebihan
: Uang bekerja untuk kita
§ Resiko
: Jika salah perhitungan, uang bisa
melayang dalam sekejap mata.
Menarik ketika kita
membaca buku tersebut. Pandangan kita menjadi dibuka bagaimana menjalani hidup
seharusnya. Bahwa ternyata untuk menjadi kaya tidak mungkin dicapai jika kita
di quadrant pertama, mungkin bisa kaya, namun untuk menjadi kaya raya rasanya
mustahil. Maka jika kita hanya di quadrant pertama saja, rasanya hanya sedikit
kemanfaatan yang dapat kita sebar. Maka kita perlu berada di quadrant ke empat
untuk menjadi kaya raya, atau minimal kita di quadrant ke tiga.
Saya ingin sedikit
bercerita mengenai apa yang kemudian ingin saya capai dalam hidup ini. Tentu saya
ingin berada di quadrat ke empat. Dimana saya tidak lagi bekerja untuk uang,
namun uang lah yang harus bekerja untuk saya. Saya memiliki banyak waktu luang
yang dapat saya gunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya seperti social
empowerment, atau pun berkeliling dunia untuk bertemu dengan orang – orang baru
untuk mendapatkan relasi baru guna melebarkan sayap bisnis. Selain itu
dengan berada di quadrant ke empat saya
lebih banyak waktu untuk keluarga, bukankah kekayaan sejati ialah keluarga. Karena
selama ini banyak yang banting tulang, kerja keras, memeras banyak waktu, namun
mereka melupakan keluarga, padahal sejatinya dia melakukan itu semua juga demi
keluarganya. Maka idealnya adalah sekali lagi, pastikan uang yang bekerja untuk
kita, dan bukan sebaliknya. Jadikan uang pekerja kita, jangan justru kita yang
menjadi budak uang.
Saya ingin memulai
karir saya dengan berada di quadrant pertama, karena saya fikir pengalaman itu
amat penting, dan dengan kita merasakan menjadi kesemua quadrant tersebut akan
menjadikan kita semakin berwawasan dan bijak menyikapi persoalan, tentu
merasakan langsung akan jauh lebih efektif daripada hanya sekedar tau teorinnya
saja. Saya akan tetap mencoba untuk menjadi seorang karyawan, memahami mindset
mereka, merasakan bagaiman menjadi bawahan terlebih dulu, agar rasa simpati dam
empati itu tumbuh dan mengakar pada jiwa saya, agar ketika saya menjadi atasan
juga lebih bijak dan tidak semena mena terhadap bawahan saya. Setelah itu saya
ingin ke quadrant kedua dengan membuka usaha yang saya pegang sendiri. Dari situ
saya ingin belajar dari nol mengenai proses managerial, bagaimana kondisi di
grassroot serta memahami pasar yang saya tuju. Kemudian setalah matang di
quadrant kedua, saya mulai membangun bisnis dengan system yang baik, yakni
sebuah bisnis yang mana ada atau tidak adanya saya bisnis itu tetap berjalan
dan menghasilkan profit. Barulah setelah semua itu tercapai, dana yang saya
miliki cukup saya akan mulai berinvestasi besar ke perusahaan dengan nilai ROI
(Return of Investment) yang baik serta
memiliki dampak social dari produk yang dihasilkan.
Kesuksesan tidak
dicapai dengan mudah. Mereka yang saat ini berhasil, pasti juga mengalami
berbagai macam kegagalan sebelumnya, hanya saja mereka tidak pernah putus asa
dan terus mencoba. Seringnya orang lain tidak tau perjuangan yang harus
dilewati tetapi mau menikmati hasilnya. Proses pencapaian puncak kebebasan
finansial pastinya akan memakan waktu yang lama.Steak yang kamu bisa nikmati di
restoran melewati berbagai proses pematangan dan penataan (plating) yang
artistik sehingga harganya menjadi tinggi. Proses jatuh bangun inilah yang mau
tidak mau harus dihadapi saat kamu mempunyai sebuah mimpi untuk mencapai
kebebasan finansial. Setiap proses yang dihadapi akan membawa dirimu naik ke
tingkatan yang lebih tinggi.
Pilih
Rasa Aman atau Kebebasan ?
Apakah rasa aman dan nyaman dengan penghasilan yang pasti atau memilih keluar dari zona nyaman, memberikan pengorbanan untuk nantinya berusaha mencapai titik kebebasan finansial? Semua itu kembali kepada tujuan yang ingin dicapai serta nilai yang dianut oleh masing-masing kita. Dan apapun pilihannya pasti ada keuntungan maupun kerugian yang harus diterima. Jangan sampai salah menentukan tujuan dari kehidupanmu sebelum melangkah.
Setelah melihat keempat quadrant di atas, sudahkah kita dapat menentukan ada di mana posisi kita saat ini? Dan quadrant manakah yang nanti akan kita pilih?
Memang hal diatas yang
saya ceritakan terkesan sangat utopis. Namun bukankan semua berawal dari mimpi?
Maka mari bersama mulai hari ini, kita bangun mimpi kita !




Komentar
Posting Komentar