Menjadi Umat Terbaik bagi Manusia
Saya ingin berbagi sedikit mengenai satu ayat di dalam Al – Qur’an yang selama ini telah menjadi landasan dalam aktivitas yang saya lakukan sehari –hari, secara khusus mengenai aktivitas di organisasi yang saya geluti beberapa tahun terakhir di Kampus. Ayat itu terdapat pada Surat Ali Imran, ayat 110.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“kuntum
khayra ummatin ukhrijat linnaasi, ta'muruuna bilma'ruufi, watanhawna
'ani lmunkari, watu'minuuna bilaahi”……..(QS Ali Imran : 110).
Artinya
: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada
yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”………(QS Ali
Imran : 110).
Sedikit
menyinggung mengenai penggunaan kosa kata di dalam ayat tersebut, bahwasanya
hal yang menarik adalah Allah menuliskan kata “kamu sekalian” dalam Bahasa Arab
dengan redaksional “kuntum”, dimana kata tersebut merupakan kata masa lampau,
ini sama artinya dengan “You were” di dalam
Bahasa Inggris. Yang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia maka artinya
adalah “Kamu sekalian dulu". Hal ini menurut Ustadz Salim A Fillah
berarti merujuk kepada zaman di mana Rasulullah masih hidup bersama para
Sahabat di sekeliling Beliau. Ini bermakna kita jangan terlalu percaya diri
membaca ayat tersebut. Ayat tersebut tidak berlaku universal yang mana kita
juga termasuk di dalamnya. Karena jika ayat itu ditujukan kepada manusia secara
keseluruhan maka seharusnya redaksionalnya bertuliskan “antum”, yang mana antum
ini berlaku seterusnya. Maka kita jangan terlalu membusungkan dada dan merasa
menjadi umat terbaik yang dilahirkan di muka bumi ini.
Lalu, jikalau maksud dari ayat tersebut adalah merujuk pada
masa dahulu kala, apakah kita yang berada di zaman sekarang masih berkesempatan
menjadi umat terbaik? Tentu bisa, namun ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat
tersebut Allah jelaskan pada kalimat selanjutnya di ayat tersebut. Terdapat
tiga syarat yang harus dipenuhi, yakni :
1.
Menyuruh kepada kebaikan
2.
Mencegah dari kemungkaran
3.
Mengajak untuk beriman kepada Allah
Dengan
memenuhi tiga syarat tersebutlah kita dapat dikatakan sebagai umat terbaik.
Maka semangat menjadi umat terbaik bagi Allah ini lah yang menjadi api semangat
bagi saya dalam menjalankan segala bentuk aktivitas. Seperti yang saya singgung
di atas tadi, termasuk ketika saya berorganisasi. Mulai di Himpunan, di BEM,
ataupun ketika di kelas sekalipun, selalu saya niatkan untuk bisa menjalankan
tiga syarat diatas. Yang berusaha saya hadirkan adalah keridhaan Allah atas
ikhtiar saya.
Ketika
pada akhirnya saya memberanikan diri untuk maju sebagai Presiden BEM kala itu,
juga ayat ini lah yang menjadi alasan bagi saya maju. Saya ingin ketika nanti
mendapat amanah di BEM, mampu membuat KM lebih berwarna. Penuh dengan warna
warni kebaikan. Memaksimalkan potensi yang BEM miliki untuk mengajak seluruh
elemen mahasiswa pada hal-hal yang baik. Serta sebisa mungkin menghambat dan
serta mencegah adanya kemunkaran terjadi di lingkungan Kampus. Dengan begitu,
maka kita mampu membuat agenda-agenda kebaikan dengan lebih mudah, seperti
beberapa proker yang terlaksana di dalam kepengurusan BEM PENS periode
2017/2018 seperti pengembangan Sumber Daya Mahasiswa berupa pelatihan-pelatihan
manajerial, agenda diskusi untuk meningkatkan literasi, bedah buku, dan lain
sebagainya. Serta dibidang social seperti kegiatan bina desa, kegiatan peduli
lingkungan, dan lain-lain. Serta membantu mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi
mahasiswa ke pihak birokrasi, entah aspirasi mengenai fasilitas kampus ataupun
membantu mahasiswa dalam hal pengajuan banding ataupun beasiswa terhadap uang
kuliah bagi mahasiswa yang kurang mampu. Banyak pelajaran yang bisa diambil
dari ayat tersebut. Maka saya mengajak mari kita niatkan segala aktivtitas kita
untuk melaksanakan perintah Allah. Dengan itu maka aktivtitas kita, insya Allah
akan lebih bermakna, lebih barokah.
Sehingga
dengan seperti itu kita mampu menunjukkan kepada public mengenai makna “islam
rahmatan lil ‘alamin”. Sehingga sekali lagi, mari menjadi ummat
terbaik dengan melaksanakan tiga syarat tadi, Menyuruh kepada kebaikan,
mencegah dari kemungkaran, mengajak untuk beriman kepada Allah.
Mantul mas... Barakallah. :)
BalasHapusWa fiika barakallah
Hapus