Karya Bersama, sebuah platform membangun Negara Mahasiswa PENS (sebuah ikhtisar)


KARYA BERSAMA

Bersama Optimal, Bersama Harmoni, Bersama Kontribusi.

LATAR BELAKANG

71 tahun sudah berlalu sejak Bapak Proklamator yaitu Soekarno – Moh Hatta memplokamirkan kemerdekaan Indonesia.Kita sepakati bersama bahwa kemerdekaan bukan hanya sebatas istilah, namun kemerdekaan adalah suatu peristiwa Maha besar bagi bangsa yang telah lama terjajah untuk mampu mewujudkan entitas kesejahteraan di atas kakinya sendiri.Hal itu menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia hadir bukan hanya dengan mimpi, tapi juga datang dengan janji untuk mensejahterahkan kehidupan umum, mencerdaskan kehidupan berbangasa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.Kemerdekaan seharusnya mampu diwujudkan dalam bentuk kemandirian sebagai suatu bangsa. Pemuda sebagai masa depan bangsa harus mampu untuk merepresentasikan hal itu. Pemuda yang digadang-gadangkan sebagai penerus peradaban dan eskalator kemajuan harus memiliki pandangan luas terkait masa depan bangsa dan negara.
Sebagaimana yang tertera di dalam bagian pertama Mukadimah Undang Undang Dasar Keluarga Mahasiswa PENS (UUD KM PENS), mahasiswa PENSmerupakan representasi dari kaum muda terdidik dan kelas intelektual dalam tatanan social.Yang berati Mahasiswa PENS memegang tanggung jawab besar dalam mewujudkan cita – cita kemerdekaan tersebut.Sebagai salah satu bagian dari generasi penerus bangsa, Mahasiswa PENS merupakan sumber utama dalam pembangunan di Indonesia bersama segenap almamater lainnya.Maka dari itu, secara individu kapasitas dan integritas mahasiswa PENS harus ditempa sedemikian rupa guna menjawab segala tantangan dan permasalahan bangsa. Serta secara komunal merasakan hal yang sama didalam segenap sanubarinya akan kecintaan dan kegigihan dalam memperuangkan segenap kepentingan bangsa Indonesia.
Maka dari itu diperlukan sebuah wadah yang bernama kampus guna mencetak generasi-generasi terbaik di masa mendatang.Kampus yang merupakan tempat untuk melatih dan menumbuhkan pribadi-pribadi sebagai calon-calon pemimpin baik di bidang teknologi, ekonomi, sosial, politik maupun kebudayaan. Kemudian guna mewujudkan tatanan mahasiswa yang ideal dan kondusif di kampus PENS perlu dibuatlah Keluarga Mahasiswa PENS sebagai system yang akan menaungi seluruh elemen didalamnya.
BEM PENS sebagai organisasi eksekutif yang tertinggi didalam KM PENS merupakan ormawa yang memiliki tugas cukup berat. Sebagai koordinator dan perannya pada ranah sosial politik dan social masyarakat membuat BEM PENS sangat mendapatkan perhatian akan gerak-geriknya. Namun pada kenyataannya BEM PENS masih mendapatkan beberapa evaluasi terkait peranan utama nya sendiri.BEM PENS dinilai kurang berhasil dalam menaungi elemen –elemen di dalam KM PENS serta kurang mampu mengajak masa kampus kedalam pergerakannya.BEM PENS seakan masih dinilai berjalan sendiri serta justru sibuk dengan program kerja yang dijalankan yang justru melupakan elemen – elemen di dalam KM PENS. Namun demikian BEM PENS sejatinya sudah memberikan yang terbaik kepada masa kampus sebagaimana perannya menjadi garda depan pendukung mahasiswa dalam prestasi.
Maka dari itu dibutuhkan sebuah strategi dan gerakan yang dapat diterima dengan mudah oleh masa kampus.Gerakan yang mampu melibatkan mereka dan membuat mereka merasa terlibat dalam pergerakan mahasiswa PENS sebagai bagian integral dalam pergerakan mahasiswa Indonesia.Gerakan yang memfasilitasi kekuatan masing-masing ormawa dan meningkatkan interaksi antara satu ormawa dangan ormawa lainnya.Sehingga terwujudlah KM PENS yang harmoni.Gerakan yang mampu menyatukan gagasan, ide dan pemikiran.Gerakan yang bernama Karya Bersama dengan beberapa turunan nilainya.

VISI MISI

   Visi:
Karya Bersama KM PENS yang konstruktif demi Almamater danIndonesia”.

   Misi:
1.      Mengoptimalkan peran BEM PENS sebagai organisasi eksekutif tertinggi dalam KM PENS.
2.      Mengoptimalkan peran kaderisasi sebagai upaya peningkatankualitas Sumber Daya Mahasiswa di bidang softskill maupun hardskill.
3.      Mengharmonikan seluruh elemen dalam KM PENS
4.      Melakukan pengabdian masyarakat dengan semangat Karya Bersama antar elemen dalam KM PENS
5.      Melakukan pergerakan yang massif diranah sosial politik dengan semangat Karya Bersama 


PENJABARAN (RINGKAS)
Visi :
“Karya Bersama KM PENS yang konstruktif demi Almamater dan Indonesia”.
Nilai :
1.      Konstruktif (Memperbaiki)
2.      Semangat Karya Bersama
3.      Kontribusi
Misi :
1.      Optimalisasi peran BEM PENS didalam KM PENS
Seperti kita ketahui bersama bahwasanya BEM PENS merupakan organisasi eksekutif tertinggi didalam KM PENS yang mana merupakan titik temu antar elemen didalam KM PENS yang seharusnya mampu menjadi penengah diantara seluruh elemen yang ada dalam berkehidupan di dalam ruang lingkup kampus. Namun pada kenyataannya masih banyak evaluasi yang diterima BEM PENS dari peran fungsi nya sebagai organisasi eksekutif tertinggi.BEM yang merupakan Badan Eksekutif Mahasiswa seringkali di sindir oleh banyak elemen didalam KM PENS sebagai Badan Event Management.Hal tersebut diantaranya dikarenakan banyaknya program kerja yang dikerjakan oleh BEM PENS yang mana tidak semua program kerja tersebut sesuai dengan amanah UUD KM PENS, hal tersebut selanjutnya juga disebabkan oleh tidak adanya komunikasi yang baik antara BEM PENS dengan elemen – elemen di dalam KM PENS.Stigma tersebut harus segera direkonstruksi agar di masa mendatang tidak terjadi kesalah fahaman yang lebih jauh lagi.Maka dari itu perlu dibuat sebuah strategi guna menyelesaikan masalah tersebut.Sehingga kedepan BEM PENS mampu menjadi organisai eksekutif yang faham akan peran dan fungsinya dengan semangat Karya Bersama.
2.      Optimalisasi Kaderisasi sebagai Eskalasi
Kaderisasi sebagai salah satu jawaban terhadap berbagai permasalahan yang muncul didalam KM PENS nyatanya sampai saat ini belum sepenuhnya berjalan maksimal.Selama ini kaderisasi hanya mencetak Mahasiswa Kampus yang berfokus pada isu – isu didalam KM PENS, namun belum mampu mencetak Mahasiswa Indonesia yang pro – aktif terhadap permasalahan yang ada di Negeri ini.Sampai saat ini yang ditanamkan kepada mahasiswa sebagai objek kaderisasi merupakan nilai – nilai fundamental seperti kenal angkatan, etika, disiplin, tanggung jawab, aktif, kritis, peduli yang bersifat terhadap ruang lingkup individu dari objek kaderisasi itu sendiri.Serta nilai nilai kebersamaan dalam satu kesatuan PENS yang utuh pun juga mulai kehilangan arah nya. Hal ini diperparah dengan stakeholder yang menjabat masih di tahun ke 2 (awal semester 4) yang mana masih sangat minim akan keilmuan, kurang berpengalaman di internal maupun eksternal KM, serta mental yang belum matang menyebabkan permesalahan yang ada justru tambah meluas. Maka dari itu kedepan diperlukan sebuah eskalasi atau peningkatan didalam kaderisasi dengan pengayaan konten ataupun teknis yang lainnya sehingga minimal dengan rentan waktu kurang lebih 1 tahun kaderisasi mampu mecetak mahasiswa yang memahami nilai – nilai fundamental, mempunyai wawasan kebangsaan dan pergerakan, sertmempunyai jiwa kepemimpinan dalam satu kesatuan yang utuh dengan semangat Karya Bersama.  
4.      Harmonisasi seluruh elemen didalam KM PENS
KM PENS yang memegang teguh nilai – nilai satu kesatuan yang utuh atau kita kenal dengan istilah integralistik sekarang sedikit demi sedikit mulai terkikis dan hilang. Masing masing elemen didalam KM PENS mulai berjalan sendiri dengan peran fungsinya tanpa ada tujuan sama yang menyatukan keseluruhan elemen tersebut. Terdapat banyak sekali elemen mahasiswa yang notabene semua berbeda. Diantaranya ada mahasiswa yang berkecimpung di ormawa dengan tumpukan agenda rapat dan program kerjanya guna mengembangkan softskillnya, mahasiswa yang tergabung di dalam tim robot yang mengembangkan hardskillnya, mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa yang mengembangkan minat bakatnya, ataupun mahasiswa yang berfokus pada akademik saja guna menyiapkan diri sebagai ahli di bidang yang sedang ditekuninya. Namun jika kita lihat sebenanya seluruh elemen bekerja sesuai peran fungsinya masing – masing dengan baik, namun yang sangat disayangkan disini adalah tidak adanya harmoni di dalam kerja – kerja besar tersebut. Sehingga tidak ada upaya untuk saling mengapresiasi dan upaya untuk saling mendukung satu sama lain. Di era sekarang ini bukan lagi zamannya untuk bekerja sendiri, namun dibutuhkan kolaborasi guna memaksimalkan potensi yang telah ada agar dapat melejit lebih cepat.Karena masing – masing elemen sejatinya sangat penting maka dibutuhkan Semangat Karya Bersama guna mengoptimalkan seluruh potensi yang ada..  
5.      Yuk Karya Bersama untuk Mengabdi
Peranan mahasiswa juga tak luput dari sosial masyarakat, semua elemen yang berada dalam sosial masyarakat mempunyai harapan besar kepada kaum-kaum terpelajar, intelektual muda, cendekiawan yakni Mahasiswa untuk memperbaiki kondisi sekitar selepas mereka keluar dari proses pembelajaran kampus maupun semasa proses belajarnya. Begitupun dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa juga diharapkan untuk melakukan pengabdian Masyarakat. Hal tersebut akan sia-sia apabila Mahasiswa hanya mempunyai fokusan untuk memperbaiki nilai akademik maupun kemampuannya masing-masing yang tanpa diaplikasikan secara langsung terhadap sosial masyarakat. Agent of Change seharusnya juga perlu dilakukan dengan adanya kebersamaan antar elemen KM PENS untuk memanfaatkan potensi yang ada. 
6.      Pergerakan yang masif diranah Sosial Politik
Tidak hanya bergerak dalam ranah sosial masyarakat, sudah selayaknya Badan Eksekutif Mahasiswa menjadi penggerak massa (Mahasiswa) untuk menjadi Pressure Group dalam menanggapi sebuah kebijakan yang terbit dari sebuah eksekutif pemerintahan. Tidak sekadar mementingkan urusan akademik belaka, akan tetapi mahasiswa juga perlu untuk mempunyai peranan dalam pengawalan issue-issue terkini.

Komentar

  1. Konsep ini mampu dikembangkan menjadi gagasan membangun Bangsa Negara Indonesia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Umat Terbaik bagi Manusia

Merefleksikan Makna Kemandirian

Menjadi Pemuda yang dinaungi Allah (Bagian 1)