Sepotong cerita tentang remajaku

Tiba tiba aku teringat beberapa hari yang lalu. Saat itu kulihat jam dinding didepan kelasku yang kucintai, kuperhatikan jarum jam yang bergerak berputar, sejenak seakan waktu berjalan begitu lambat.Setiap denting waktu saat itu seolah sedang bercerita. Tentang suasana gaduh khas seorang pelajar, ada canda tawa diantara mereka, tentang mereka yang sedang saling bercerita tentang masalah mereka satu sama lain, bercerita tentang sebuah mimpi dan harapan besar, tentang kehidupan kelam mereka atau mungkin tentang cerita mengenai percintaan khas remaja mereka, ada juga yang memilih untuk diam dengan mendengarkan musik favorit mereka, atau mereka yang lebih asik dengan gadget kesayangan mereka, ada beberapa dari mereka yang memilih menggunakan waktu ini untuk tidur, mungkin karena mereka lelah akan kerasnya hidup, sebagian lagi memilih untuk pergi keluar kelas, entah itu ke kantin, ke perpustakaan, atau tempat biasa mereka nongkrong yang akupun tidak tau dimana tempat itu. Saat itu setiap detik waktu begitu berharga, kami begitu menikmatinya. Namun sepertinya tidak semua dapat menikmati masa masa indah ini. Kulihat banyak dari mereka yang setiap hari hanya menggerutu dengan suasana khas putih abu abu ini. Tentang PR matematika yang membuat otak serasa mau pecah, tentang jam pelajaran yang terasa begitu lama, ya memang ku akui sekolahku termasuk punya jam pembelajaran yang panjang, kami harus sudah di sekolah pukul 6.45 dan baru boleh meninggalkan sekolah pada pukul 15.00, juga saat saat jam menunjukkan jam 12.00 yang sangat menyiksa mata kami, seakan seperti ada lem yang membuat mata kami begitu mengantuk, tentang masalah diluar sekolah, entah itu percintaan, perkelahian dengan sekelompok orang, atau yang lain nya. Sebagian dari mereka memilih untuk tidak hadir di kelas alias membolos. Begitu lengkap masalah pada masa masa ini. Sangat kompleks bak lautan yang sangat dalam yang tak berdasar dan tak bertepi. Namun jujur kami merasa masa inilah yang paling indah diantara masa masa lainnya. Kami menikmati seluruh suka duka yang menghampiri kami. Kembali padaku, aku pribadi merasa tiga tahun ini berjalan begitu cepat, mungkin aku terlalu egois dengan diriku sehingga aku lupa dengan teman temanku. Atau aku terlalu sibuk mengejar mimpi mimpi besarku sehingga aku lupa untuk sekedar menyapa sahabatku. Oh Tuhan ampunilah hambamu ini. Ya Allah Yaa Tuhanku doaku adalah berikanlah keberkahan pada kami semua. Mudahkanlah kami dalam menaiki tangga kehidupan berikutnya. Jadikan tiga tahun kami disini bisa menjadi sebuah cerita indah untuk anak cucu kami kelak. Jadikan kami seluruh siswa SMKN 1 Jenangan ini menjadi orang orang besar. Jadikan kami kelak penerus yang membanggakan bagi pendahulu kami. Jadikan kami pemimpin besar yang amanah Ya Allah. Aamiin.

#SMKN1JENANGAN
# Sepotong cerita dari masa remajaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Umat Terbaik bagi Manusia

Merefleksikan Makna Kemandirian

Menjadi Pemuda yang dinaungi Allah (Bagian 1)